Sabtu, 10 November 2018

Kisah - Kasih di Masa Remaja

Akhir-akhir ini aku lagi suka sekali lagu yang mengisahkan masa remaja. Lagu yang dibawakan dengan melodi nada ceria, senang dan percintaan. Tanpa sadar aku terbawa oleh musik itu kedalam mimpi yang perlahan sudah mulai untuk melupakannya. Bukannya aku tidak bahagia di masa remaja ku. Tetapi ketika mengingatnya terkadang membuatku menyesali dan ingin mengubahnya. 

Kala itu di siang terik sekolah menengah atas, lapangan berderu suara musik perayaan lomba hari pahlawan. Baju doreng-doreng dan hasduk merah putih menjadi ciri khas setiap peringatan hari Pahlawan. Begitu pun dengan ku, atasan kemeja putih potongan crop tee dengan kesan ala militer, dan bawahan celana doreng milik kakekku yang saat kupakai pinggangnya sangat longgar jadi terpaksa aku beri sabuk sekolahan. 

Dibawah sudah ramai penduduk sekolah tetapi kebanyakan dari mereka lalu lalang menuju kantin. Pembawa acara dengan suara cempreng dan bass nya mengisi ruang kosong seantero sekolah. Mereka saling bersautan satu sama lain demi kemeriahan acara Osis tersebut. Aku hanya berdiri di beranda kelas yang ada di lantai tiga. Terlalu malas untuk turun dan aku tidak seberani itu duduk atau bercanda ria didepan kelas orang lain. Apalagi kelas yang di bawah kebanyakan kelas anak kelas dua belas. Menurut ku aneh saja anak bau kencur yang baru beberapa bulan menjadi anak SMA dan dengan pede nya ber haha hihi didepan kakak kelas. Dikira nya songong. 

Tidak lama panitia Osis yang tergantung keplek dengan tali warna kuning berjalan kearah kelas di lantai tiga. "Ayo dek, semua yang didalem kelas turun, ya." kata kakak Osis yang berwajah oval dikuncir kuda.

Setelah turun aku tidak tahu harus kemana. Karena di tengah lapangan sudah terkena terik matahari. Siapa juga yang mau duduk panas-panasan di lapangan. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk di segerombolan teman sekelasku. Mesipun duduk di bawah pohon yang ranting nya sangat mengganggu. 

Acara nya sangat membosankan dengan tempat duduk terhalang oleh ranting-ranting pohon. Tetapi lumayan juga daripada duduk dikelas, hitung-hitung siapa tau ada cowok ganteng kakak kelas. Kuedarkan mata ke segerombolan siswa yang berteriak seru dan menurutku mereka over doing. Tidak perlu lah sampai teriak-teriak dan berdiri seperti itu, toh hanya sehari ini. Buang-buang tenaga saja. Segerombolan siswa di samping yang kuketahui mereka adalah siswa kelas sepuluh jurusan IPS. Oh pantas saja seperti itu. Kan anak IPS emang lebay.

Tetapi ada satu yang menarik perhatianku. Seseorang lelaki yang hanya tersenyum melihat acara didepan, tidak tertawa terpingkal seperti yang lainnya dan hanya menanggapi seperlu nya ketika bercanda dengan temannya. Kulitnya tidak putih seperti idaman kebanyakan remaja. Rambutnya lebat di tengah dan ada kumis tipis cikal tumbuh bakal lebat. Sangat berkharisma.

Seseorang lelaki itu yang membuat masa remaja ku seperti permen nano nano. Tidak, aku tidak pernah berpacaran dengannya. Di awal memang aku mengatakan ada penyesalan, tetapi bukan berarti aku menyesal karena menyia-nyiakan cinta atau semacamnya. Kehidupan percintaan ku di SMA tidak seperti di novel atau drama korea. Aku menyesal karena hal lain yang tidak aku lakukan di saat itu.

Setelah beberapa kali aku fikirkan aku memang perlu melakukan kesalahan untuk menjadi pelajaran di masa depanku. Karena dari kesalahan atau kekurangan yang dulu pernah aku lakukan, aku bisa mengetahui sesuatu yang tidak pernah aku sadari. Saat ini aku sangat berterimakasih pada orang-orang yang sudah terlibat di kehidupanku dulu. Karena mereka adalah saksi proses ku hingga saat ini, meski mereka hanya bisa mendekskripskan ku dengan satu kata. 

Lain kali akan aku lanjutkan bagaimana hubungan ku dengans eorang lelaki tersebut. Tugas yang menanti sudah meminta perhatianku, dan aku harus menanganinya. Sampai jumpa, Loves

Kamis, 18 Januari 2018

Pantai Teluk Asmoro Holiday bersama keluarga IE C 2017

Hello readerss....
Wah nggak kerasa ya sekarang udah masuk semester kedua perkuliahan. Berarti sudah lepas masa ku jadi anak maba hehew... Setelah setahun kemarin (kelas 12) fokus masuk ptn akhirnya lega nih menjalani masa-masa menjadi mahasiswa😃. Setelah menjadi mahasiswa, Alhamdulillah aku dapat temen sekelas yang bisa memudahkanku beradaptasi dengan lingkungan anak IPS (aku baru tau lho trnyta anak IPS tuh, jago debat wkw).

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan:( di semester dua ini aku dan temen-temen sekelas yang dulu bakal nggak sekelas lagi, akhirnya kita membuat plan buat holiday bareng😁 gatau kenapa ya, dikelasku tuh kalo mau ada acara sekelas atau apa selalu di plan mateng-mateng meskipun masih ada 2 bulan lagi. setelah debat dan survei sana sini, kita memutuskan pergi ke Pantai Teluk Asmara, Malang Selatan.

Buat kalian-kalian yang suka pergi touring ke pantai, pasti udah tau dong deretan pantai yang sangat awesome di Malang Selatan. Pantai teluk Asmoro ada dideretan pantai Goa Cina, Balekambang, Ngeliyep dan sebagainya. Pantai Teluk Asmoro termasuk pantai yang baru dikelola sama pemerintah daerah, terbukti dari kondisi jalan yang masih dalam proses perbaikan. Banyak orang bilang kalau Pantai Teluk Asmoro adalah replika dari Raja Ampat di Malang. Memang tidak mirip sekali dengan Raja Ampat, but the beach is so beautiful. Air nya gwelaaa.... bening banget cuy. Rasanya kurang kalau ngomongin pantai kalau nggak membahas gelombang ombaknya. Kalau kalian lihat di peta, Malang Selatan kan ada di bagian selatan Jawa dan langsung ke Samudra Hindia. Nah kalau kata temenku Malang Selatan ombak pantai nya sedikit nakutin, tapi kalo Pantai ini ombak nya itu gede tapi nggak terlalu bikin wow, gimana ya jelasinnya. Ombaknya nggak bikin bahaya gitulho maksudnya, mungkin karena ada penghalang pulau ditengah pantai kali ya mangkannya sampai di pesisir pantai ombaknya nggak gede-gede amat.

Kita berangkat sabtu pagi sampai di lokasi jam 2 siang. Jalan menuju lokasi sudah bagus, kondisi jalan beraspal dua jalur. Didepan pantai sudah tertata seperti gate gitu ya, jadi terlihat bagus, ada tulisan "Selamat Datang di Pantai Teluk Asmoro". Setelah masuk gate kita melewati jalan bukit-bukit kecil dan hantaran sawah yang hijau akan kita temui gate masuk dengan per orang 10 ribu, dan parkir mobil 15 ribu. Tempat parkir masih belum diaspal atau masih kondisi berlumpur, tetapi sudah tertata tempat parkir motor dan mobil. Dari tempat parkir kita berjalan lagi seperti menaiki bukit, dan setelah itu kita bisa lihat pulau-pulau kecil di tengah menuju pantai. Setelah tiba di pantai kita bermain air sebentar dan segera mendirikan tenda karena mendung sudah mulai terlihat.
Kita mendirikan 3 tenda dan segala keperluan camping. 

Setelah petang tiba kita menyiapkan makan malam yang dibawa oleh salah satu teman kita, Aulia dan Zulfiyah. Kita makan ayam goreng, nasi, dan sate. Nikmatnya makan dengan lampu solar, ditambah gerimis dan suara deburan ombak tidak membuat kita berdiam diri di tenda. setelah makan malam selesai, kita berbincang santai sampai hujan rintik yang sedikit deras membuyarkan acara malam. akhirnya aku dan teman-teman kembali ketenda. Dan beberapa anak cowok bakar sisa sate tadi dan buat roti bakar, dengan kompor portable.  Akhirnya para Calon Istri Idaman (sebutan cewek squad) keluar untuk makan-makan  dibawah teduhan tenda.

Akhirnya satu persatu meninggalkan bakar-bakar dan segera tidur, karena udara menjadi lumayan dingin. Aku tidur lumayan nyenyak sih, karena sleeping bag nya nyaman sekalee hehehe. Aku terbangun sekitar jam 1-2 dini hari, dan sudah tidak hujan lagi. Aku memutuskan keluar dari tenda dan jalan-jalan keliling. Para pengunjung pantai mulai banyak dan tenda-tenda yang sebelumnya tidak ada kini memenuhi bibir pantai. Aku duduk duduk menghadap pantai dengan salah satu temanku, wida. 

Sedang yang lain tidur pulas aku mengambil matras yang kotor karena pasir pantai dan berniat untuk membersihkannya di pantai. Akhirnya aku berjalan ke pinggir pantai dan mulai memasukan matrasnya, karena tidak ada pencahayaan aku tidak sadar kalau ada ombak didepanku, karena tidak siap aku melepas matras yang kupegang. Aku berencana mengambil nya, tetapi wida melarang ku mengambil matras. Aku sangat panik waktu itu karena matras tersebut adalah matras sewa. Akhirnya aku membangunkan temanku Rafi' karena kurasa ia mempunyai kaki yang panjang. Saat kubangunkan, ternyata dia susah sekali bangun, mungkin karena kecapekan ya jadi susah mau bangun. Dengan usahaku membangunkannya akhirnya Rafi' mau bangun. Setelah kumintai tolong ternyata ia masih belum sadar sepenuhnya. Ia akhirnya kembali ke tenda, melanjutkan tidurnya. Aku tidak bisa bilang apa-apa, dan membiarkannya tidur kembali. Aku dan wida akhirnya kembali juga ke tenda dan membiarkan matras itu terombang-ambing di laut.

Keesokan pagi nya aku terbangun ketika langit sudah terang. Aku keluar tenda dan teman-temanku sudah siap-siap masak sarapan. Ada juga yang foto-foto, karena langit cerah sekali, tidak seperti saat sore kemarin kita datang. Sarapan dengan alam membuat kita lebih fresh dari udara perkotaan dan berfoto ria selagi cuaca sangat mendukung. Terima kasih teman-teman Ilmu Ekonomi C sudah ngasih pengalaman yang bisa kita kenang. Semoga kalian sukses selalu ya.... SEE U ON TOP :)))


 Ini maksudku gate




 Ini foto mode panorama



Jadi sebelum bibir pantai, ada tempat bisa buat camping, gitu.


Nah ini diambil dari tempat Hamock tadi.




Sebelah pantai itu, ada kayak teluk gitu. pasirnya lebih lembut daripada pantai. tapi di teluk ini masih banyak sampah ranting- ranting gitu. Kalo sampah-sampah Insyaallah gaada.
Semoga kalian yang mau rekreasi kesini tetap menjaga kebersihan yaa